Musik gamelan yang merupakan warisan budaya adiluhung Jawa kini semakin diminati oleh generasi muda. Di berbagai kampus dan sekolah di Yogyakarta, komunitas karawitan terus bermunculan dan berkembang dengan pesat.
Universitas Gadjah Mada, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, dan berbagai perguruan tinggi lainnya memiliki unit kegiatan mahasiswa yang fokus pada pelestarian musik gamelan. Bahkan beberapa sekolah menengah juga mulai memasukkan karawitan sebagai kegiatan ekstrakurikuler.
Dimas Prasetyo, ketua komunitas karawitan di salah satu kampus, mengungkapkan alasan ketertarikannya: "Gamelan itu unik. Tidak ada musik serupa di tempat lain di dunia. Sebagai generasi muda, kami merasa bertanggung jawab untuk melestarikannya."
Komunitas-komunitas ini tidak hanya bermain gamelan secara konvensional, tetapi juga berani bereksperimen dengan memadukan gamelan dengan genre musik modern seperti jazz dan pop. Kolaborasi ini menghasilkan karya-karya segar yang tetap menghormati akar tradisi.
Program pelatihan rutin, workshop dengan para empu karawitan, dan pentas di berbagai acara menjadi agenda tetap komunitas-komunitas ini. Mereka juga aktif di media sosial untuk mempromosikan keindahan musik gamelan kepada khalayak yang lebih luas.
Swadesi FM mendukung gerakan ini dengan menyediakan slot siaran khusus musik karawitan setiap minggu dan mengundang komunitas-komunitas muda untuk tampil dalam acara on-air.

